Tentang PLN Nusantara Renewables
PLN Nusantara Renewables (NR) merupakan ujung tombak Grup
PLN dan PLN Nusantara Power dalam mengembangkan ekosistem kelistrikan berbasis
energi baru dan terbarukan (EBT). Dibentuk sebagai unrestricted subsidiary, PLN
NR memiliki fleksibilitas tinggi dalam mengembangkan pembangkit listrik swasta
(independent power producer / IPP).
Hingga Juni 2024, PLN Nusantara Renewables telah memiliki
3.210 MW pembangkit, di mana 2.145 MW telah beroperasi. 895 MW dalam fase
konstruksi, dan 170 MW dalam fase pengembangan.
PLN NR telah membentuk delapan perusahaan yang terdiri dari
tiga anak perusahaan dan lima perusahaan afiliasi. Tiga anak perusahaan yang
dimiliki oleh PLN NR dengan kepemilikan saham sebesar 51 persen adalah PT
Pembangkitan Jawa Bali Solar Energi (PMSE) untuk PLTS Terapung Cirata, PT
Nusantara Sembcorp Solar Energi (NSSE) untuk PLTS IKN 50 MW, dan PT Nusantara
Tembesi Baru Energi (NTBE) untuk PLTS Terapung Tembesi.
Visi
Menjadi Perusahaan
Investasi EBT Global Terkemuka yang Berkelanjutan
Misi
Mengembangkan talenta dalam bidang investasi dan energi berkelanjutan
Mengoptimalkan pengelolaan investasi untuk memastikan keberlanjutan perusahaan sesuai dengan kaidah ESG
Membangun portofolio investasi berskala global yang berfokus pada energi hijau
Portofolio
Saat ini, PT PLN Nusantara Renewables memiliki pengembangan proyek dengan
total kapasitas 3.210 MW tersebar diseluruh Indonesia.
PLTS Terapung Trembesi dengan kapasitas 35 MWac atau 46 MWp, berada di Waduk Trembesi, Kec. Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau. PLTS Terapung Trembesi merupakan kerjasama dengan PT TBS Energi Utama Tbk. Saat ini PLTS Terapung Trembesi dalam tahap persiapan pra-konstruksi yang diupayakan dapat mengalirkan energi bersih di wilayah Batam pada Tahun 2025.
Lihat Detail
PLTS Terapung Karangkates berada di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pada project ini PLN Nusantara Renewables berkerja sama dengan Perusahaan GD Power Hongkong Co, LTd. dan Perum Jasa Tirta I. PLTS Karangkates diupayakan dapat beroperasi di Tahun 2025.
Lihat Detail
PLTA Batang Toru 510 MW merupakan salah satu upaya dari PT PLN Nusantara Renewables untuk mengoptimasikan potensi sumber daya air untuk kepentingan ketenagalistrikan domestik. Pembangkit ini merupakan tipe pembangkit peaker dengan spesifikasi konsumsi air sebesar 0.24 liter per kWh. PLTA Batang Toru ditargetkan untuk beroperasi komersial pada 2026 dan diharapkan dapat secara langsung mendukung sistem kelistrikan Sumatera dan berkontribusi dalam peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan pada program Pemerintah Indonesia.
Lihat Detail
PLTS Terapung Cirata akan menjadi PLTS Terapung pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara yang ditargetkan untuk beroperasi secara komersial pada tahun 2023. Proyek ini merupakan realisasi komitmen PT PJBI untuk mendukung utilisasi energi baru dan terbarukan serta merupakan kerja sama antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab.
Lihat Detail
Proyek ini merupakan proyek penugasan pemegang saham kepada PLN Nusantara Renewables melalui RUPS PLN Nusantara Renewables 31 Maret 2023. Dalam pengembangannya, PLN Nusantara Renewables berkolaborasi dengan Adaro Power dan Total Eren. Proyek ini akan memberikan kontribusi untuk mendukung target pendayagunaan EBT di Indonesia serta target emisi nol bersih
Lihat Detail
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN 50 MW merupakan proyek penugasan pemegang saham kepada PLN Nusantara Renewables untuk mendukung kelistrikan di rencana Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. PLTS IKN merupakan salah satu Program Strategis Nasional arahan Presiden Joko Widodo. Dalam prosesnya, pembangunan instalasi ini dibagi dalam 2 tahapan: kapasitas 10 MW dibangun oleh sinergi anak perusahaan PLN Nusantara Power, sedang 40 MW sisanya dibangun oleh PT Nusantara Sembcorp Solar Energi (NSSE)—Joint Venture Company milik PLN Nusantara Renewables dan SembCorp Utilities Pte. Ltd. Pembangkit yang didirikan pada titik dengan tingkat iradiasi tertinggi di Kawasan IKN ini diproyeksikan dapat memproduksi 92,8 GWh energi hijau. Terletak sejauh 5 kilometer dari KIPP IKN, ia akan menjadi tulang punggung kelistrikan di IKN yang mampu mengurangi 104.864 ton emisi CO2 setiap tahunnya.
Lihat Detail
PT PLN Nusantara Renewables memiliki 30% saham di PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB) sebagai JVC dari PLTU Jawa 7 dan juga 30 % saham di PT Guohua Taidian Pembangkitan Jawa Bali sebagai JVS dari Perusahaan Operasi dan Pemeliharaan untuk PLTU Jawa 7. PLTU Jawa 7 merupakan proyek strategis sebagai PLTU pertama dan terbesar di Indonesia dengan menggunakan teknologi boiler Ultra Super Critical dengan batu bara kalori rendah sebesar 4,000 – 4,600 kkal/kg AR dan juga tarif yang kompetitif sebesar 4,2122 sen USD/kWh.
Lihat Detail
Proyek ini merupakan pembangkit jenis mulut tambang yang dikembangkan untuk mendukung program pemerintah dalam hal penggunaan sumber daya lokal untuk mendukung sistem kelistrikan Sumatera Bagian Selatan. Proyek ini ditargetkan untuk bisa beroperasi secara komersial pada tahun 2026.
Lihat Detail
PLTS Terapung Tembesi
(35 MWac / 46 MWp)
PLTS Terapung Trembesi dengan kapasitas 35 MWac atau 46 MWp, berada di Waduk Trembesi, Kec. Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau. PLTS Terapung Trembesi merupakan kerjasama dengan PT TBS Energi Utama Tbk. Saat ini PLTS Terapung Trembesi dalam tahap persiapan pra-konstruksi yang diupayakan dapat mengalirkan energi bersih di wilayah Batam pada Tahun 2025.
PLTS Terapung Karangkates
(100 MWac)
PLTS Terapung Karangkates berada di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pada project ini PLN Nusantara Renewables berkerja sama dengan Perusahaan GD Power Hongkong Co, LTd. dan Perum Jasa Tirta I. PLTS Karangkates diupayakan dapat beroperasi di Tahun 2025.
PLTA Batang Toru
(510 MW)
PLTA Batang Toru 510 MW merupakan salah satu upaya dari PT PLN Nusantara Renewables untuk mengoptimasikan potensi sumber daya air untuk kepentingan ketenagalistrikan domestik. Pembangkit ini merupakan tipe pembangkit peaker dengan spesifikasi konsumsi air sebesar 0.24 liter per kWh. PLTA Batang Toru ditargetkan untuk beroperasi komersial pada 2026 dan diharapkan dapat secara langsung mendukung sistem kelistrikan Sumatera dan berkontribusi dalam peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan pada program Pemerintah Indonesia.
PLTS Terapung Cirata
(145 MWac / 192 MWp)
PLTS Terapung Cirata akan menjadi PLTS Terapung pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara yang ditargetkan untuk beroperasi secara komersial pada tahun 2023. Proyek ini merupakan realisasi komitmen PT PJBI untuk mendukung utilisasi energi baru dan terbarukan serta merupakan kerja sama antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab.
PLTB Tanah Laut
(70 MW)
Proyek ini merupakan proyek penugasan pemegang saham kepada PLN Nusantara Renewables melalui RUPS PLN Nusantara Renewables 31 Maret 2023. Dalam pengembangannya, PLN Nusantara Renewables berkolaborasi dengan Adaro Power dan Total Eren. Proyek ini akan memberikan kontribusi untuk mendukung target pendayagunaan EBT di Indonesia serta target emisi nol bersih
PLTS IKN
(50 MW)
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN 50 MW merupakan proyek penugasan pemegang saham kepada PLN Nusantara Renewables untuk mendukung kelistrikan di rencana Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. PLTS IKN merupakan salah satu Program Strategis Nasional arahan Presiden Joko Widodo. Dalam prosesnya, pembangunan instalasi ini dibagi dalam 2 tahapan: kapasitas 10 MW dibangun oleh sinergi anak perusahaan PLN Nusantara Power, sedang 40 MW sisanya dibangun oleh PT Nusantara Sembcorp Solar Energi (NSSE)—Joint Venture Company milik PLN Nusantara Renewables dan SembCorp Utilities Pte. Ltd. Pembangkit yang didirikan pada titik dengan tingkat iradiasi tertinggi di Kawasan IKN ini diproyeksikan dapat memproduksi 92,8 GWh energi hijau. Terletak sejauh 5 kilometer dari KIPP IKN, ia akan menjadi tulang punggung kelistrikan di IKN yang mampu mengurangi 104.864 ton emisi CO2 setiap tahunnya.
PLTU Jawa 7
(2 x 1.050 MW)
PT PLN Nusantara Renewables memiliki 30% saham di PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB) sebagai JVC dari PLTU Jawa 7 dan juga 30 % saham di PT Guohua Taidian Pembangkitan Jawa Bali sebagai JVS dari Perusahaan Operasi dan Pemeliharaan untuk PLTU Jawa 7. PLTU Jawa 7 merupakan proyek strategis sebagai PLTU pertama dan terbesar di Indonesia dengan menggunakan teknologi boiler Ultra Super Critical dengan batu bara kalori rendah sebesar 4,000 – 4,600 kkal/kg AR dan juga tarif yang kompetitif sebesar 4,2122 sen USD/kWh.
PLTU MT Sumbagsel 1
(2 x 150 MW)
Proyek ini merupakan pembangkit jenis mulut tambang yang dikembangkan untuk mendukung program pemerintah dalam hal penggunaan sumber daya lokal untuk mendukung sistem kelistrikan Sumatera Bagian Selatan. Proyek ini ditargetkan untuk bisa beroperasi secara komersial pada tahun 2026.
Berita & Artikel
PLN Nusantara Renewables Perkuat Budaya Integritas melalui Implementasi SMAP dan Persiapan Transisi ISO 37001:2025
Jakarta, 26 Juli 2026 – PLN Nusantara Renewables (PLN NR) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan berintegritas melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Komitmen tersebut dibuktikan dengan keberhasilan PLN NR meraih sertifikasi ISO 37001:2016 yakni Sistem Manajemen Anti Penyuapan yang sudah pernah dilaksanakan pada tahun 2025 sebagai bentuk pengakuan atas implementasi sistem pencegahan penyuapan yang telah diterapkan secara konsisten di lingkungan perusahaan.Pencapaian ini menjadi salah satu langkah strategis PLN NR dalam memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG), meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, serta memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai prinsip kepatuhan, etika, dan akuntabilitas.Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi nilai integritas, PLN Nusantara Renewables terus memperkuat implementasi SMAP melalui berbagai inisiatif berkelanjutan. Salah satunya adalah penandatanganan Pakta Integritas oleh insan perusahaan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjalankan tugas secara profesional, bebas dari praktik penyuapan, korupsi, maupun benturan kepentingan.Selain itu, PLN NR juga mengoptimalkan penerapan Whistleblowing System (WBS) sebagai sarana pelaporan dugaan pelanggaran yang aman, transparan, dan akuntabel. Melalui mekanisme tersebut, perusahaan mendorong partisipasi aktif seluruh insan perusahaan maupun pemangku kepentingan dalam menjaga budaya kepatuhan serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang berintegritas.Memasuki tahun 2026, PLN NR kembali menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan standar tata kelola perusahaan dengan mempersiapkan proses transisi menuju ISO 37001:2025. Sebagai bagian dari proses tersebut, perusahaan telah melaksanakan kegiatan awareness mengenai pembaruan standar internasional tersebut kepada insan perusahaan, sekaligus melakukan penyesuaian terhadap kebijakan, prosedur, dan sistem yang diperlukan agar implementasi SMAP tetap selaras dengan perkembangan standar terbaru.Langkah ini mencerminkan semangat perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) yang menjadi bagian dari budaya kerja PLN NR. Dengan terus memperkuat sistem pencegahan penyuapan dan meningkatkan kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap pentingnya integritas, PLN NR optimistis dapat menghadirkan proses bisnis yang semakin andal, transparan, dan berkelanjutan.Ke depan, PLN Nusantara Renewables akan terus memperkuat implementasi SMAP sebagai bagian dari upaya mewujudkan perusahaan energi baru terbarukan yang tidak hanya unggul dalam kinerja bisnis, tetapi juga menjadi perusahaan yang dipercaya melalui penerapan tata kelola yang baik, budaya kepatuhan yang kuat, serta integritas yang menjadi fondasi dalam setiap aktivitas perusahaan.
PLN NUSANTARA RENEWABLES CATATKAN LABA DI ATAS RP1 TRILIUN DALAM RUPS LPT 2025
Jakarta, 24 Juli 2026 — PT PLN Nusantara Renewables (PLN NR) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Laporan Pertanggungjawaban Tahunan (RUPS LPT) Tahun Buku 2025 pada hari Senin (29/06) yang bertempat di Ruang Nusantara InnoVision PLN Nusantara Power, Jakarta. Rapat ini dipimpin oleh Direksi PLN Nusantara Power (PLN NP) selaku Pemegang Saham Mayoritas, serta turut dihadiri Yayasan Kesejahteraan PT PLN Nusantara Power selaku Pemegang Saham Minoritas.RUPS LPT tersebut membahas penyampaian laporan kinerja perusahaan selama tahun buku 2025, termasuk laporan tahunan, laporan keuangan, evaluasi pencapaian kinerja, serta agenda lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Dalam pelaksanaan RUPS LPT, PLN NR menyampaikan capaian kinerja perusahaan sepanjang tahun 2025 dengan realisasi beberapa indikator utama yang melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja, PLN NR mencatatkan realisasi: Pendapatan Usaha sebesar Rp1.012,09 miliar, atau mencapai 110% terhadap target RKAP 2025 sebesar Rp917,52 miliar. Laba Bersih sebesar Rp1.074,76 miliar, meningkat hingga 117% dibandingkan target RKAP sebesar Rp920,86 miliar. Total Aset sebesar Rp11,26 triliun.Berdasarkan hasil audit, Nilai Evaluasi Kinerja (KPI) yang didapatkan perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar 1,32 poin dari tahun sebelumnya hingga mencapai 104,02.Pencapaian kinerja PLN NR yang melampaui taget di tahun 2025 ini, dipengaruhi oleh kinerja positif proyek pada fase operasi, antara lain: PLTU Jawa 7 yang mencapai produksi listrik sebesar 12.030 GWh. PLTS Terapung Cirata mencapai produksi listrik hijau sebesar 273,68 GWh. PLTS IKN mencapai produksi listrik sebesar 79,79 GWh. PLTU MT Sumbagsel-1 mencapai produksi sebesar 1.039 GWh.Sepanjang tahun 2025, PLN NR juga terus menjalankan pengembangan bisnis energi baru terbarukan melalui berbagai inisiatif strategis, termasuk progres fase konstruksi pada proyek PLTS Terapung Tembesi (35 MWac), PLTS Terapung Karangkates (100 MWac), dan PLTA Batang Toru (510 MW). Dengan kinerja yang solid dan pencapaian yang memuaskan di tahun 2025, perusahaan optimis menghadapi tantangan dan peluang di tahun 2026.“Keberhasilan PLN NR di tahun 2025 menjadi pijakan untuk melangkah lebih kuat di tahun 2026. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi untuk mensinergikan energi hijau yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan masa depan Indonesia.” Harjono, Direktur Utama PT PLN Nusantara Renewables. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, semoga PLN NR dapat terus meningkatkan kontribusi dalam sektor energi terbarukan, mencapai target-target baru, dan membawa dampak positif yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat.
PLN Nusantara Renewables dan SGPJB membalas kebaikan warga kecamatan Kramatwatu lewat penyerahan 28 Hewan Kurban
Serang, Banten, 3 Juni 2024 – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB) berkolaborasi dengan PT PLN Nusantara Renewables (PLN NR) membagikan 28 hewan qurban kepada stakeholders Ring-1 PLTU Jawa 7. Penyerahan 10 ekor sapi dan 18 ekor kambing kepada sejumlah stakeholders yang terdiri dari elemen masyarakat dan instansi terkait dilakukan secara simbolis di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu pada hari Selasa, 03 Juni 2025. Bambang Supriyatno, Asisten Direktur General Affairs SGPJB, mengatakan bahwa kegiatan pembagian hewan qurban adalah bagian dari program rutin Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar PLTU Jawa 7. Selain itu, PT SGPJB juga mempunyai berbagai program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan untuk pemberdayaan masyarakat. “Melalui kerja sama lintas sektor, kami berharap program-program yang kami jalankan dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar perusahaan dan hubungan baik dapat terus terjalin,” tutur Bambang. Mewakili Manajemen PLN NR, Saskia Nursukma menyampaikan apresiasi atas solidaritas dan kepedulian SGPJB kepada masyarakat dan hubungan baik dengan stakeholders terkait yang telah mendukung operasional PLTU Jawa 7 sehingga dapat memberikan kontribusi optimal pada sistem ketenagalistrikan Jawa-Madura-Bali. Ia pun berharap kolaborasi CSR SGPJB dan PLN NR memberikan manfaat untuk masyarakat. Kasubdit Waster Ditpamobvit Polda Banten, AKBP Asep Juhri, mewakili para stakeholders menyampaikan ungkapan terima kasih dan mengapresiasi kolaborasi CSR SGPJB dan PLN NR. Menurutnya, kondusivitas di sekitar PLTU Jawa 7 semakin hari semakin baik itu tercipta berkat peran aktif Manajemen dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat. “Ada banyak program yang manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat. Sehingga masyarakat juga merasa memiliki yang membangun semangat kolaborasi untuk sama-sama menjaga,” pungkasnya.
PLN Nusantara Renewables Resmikan Sumur Bor, Ratusan Warga Kini Nikmati Akses Air Bersih
Bandung Barat, 9 Desember 2024 – Dengan penuh rasa syukur, PLN Nusantara Renewables (PLN NR) meresmikan sumur bor di Pondok Pesantren Quratul’Ain Al Asy’Ary, Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat. Terletak di wilayah operasional PLTS Terapung Cirata, inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen PLN NR untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi operasional perusahaan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan akses air bersih yang sulit dijangkau.Proyek ini terlaksana berkat kerja sama dengan Shaf Foundation, lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berfokus pada pemenuhan air bersih berbagai masjid dan pondok pesantren di Indonesia.Pengeboran dimulai pada 20 Oktober 2024 dan menghadapi berbagai tantangan akibat kontur tanah berbatu yang kerap mengganggu peralatan, sehingga memperpanjang waktu pengerjaan. Namun, berkat kerja keras tim, sumur dengan debit air optimal berhasil ditemukan pada kedalaman 56 meter dan selesai pada 14 November 2024. Dalam praktiknya, pasokan air bersih tersebut tidak hanya digunakan oleh santri dan pengurus pesantren, tetapi juga untuk ratusan keluarga di komunitas sekitarnya.Dalam sambutannya, Harjono selaku Direktur Utama PLN NR menyatakan, “Keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat merupakan fondasi penting proses bisnis PLN NR. Dengan adanya sumur bor ini, kami berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan akses air bersih, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, hingga produktivitas. Semoga kontribusi kecil ini menjadi langkah awal bagi perubahan besar yang lebih baik bagi komunitas di sekitar PLTS Terapung Cirata.”Pesantren Quratul’Ain Al Asy’Ary, yang selama ini menjadi pusat pendidikan dan kegiatan sosial di wilayah tersebut, menyambut hangat inisiatif ini. Pimpinan Pesantren, Sulaeman, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya, “Sumur ini tidak hanya meringankan beban pesantren kami, tetapi juga menjadi berkah bagi masyarakat sekitar yang selama ini harus mengandalkan debit air dari sumur sawah yang keruh dan berpotensi tercemar pestisida.”Proyek ini menegaskan misi PLN Nusantara Renewables untuk tidak hanya menghadirkan energi terbarukan yang ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat di sekitar area operasionalnya.
PLTS Terapung Cirata, Satu Tahun dan 267 GWh Energi Hijau Kemudian
Jakarta, 13 November 2024 – Satu tahun telah berlalu sejak mantan Presiden Joko Widodo meresmikan PLTS Terapung Cirata, salah satu Proyek Strategis Nasional yang disebut oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai simbol percepatan transisi energi Indonesia. Hingga kini, predikat PLTS terapung ini sebagai yang terbesar se-Asia Tenggara dan ketiga terbesar se-Dunia masih belum tergantikan. Dengan terpasangnya lebih dari 340.000 panel surya, PLTS Terapung Cirata menjadi elemen penting yang melengkapi produksi energi bersih di Waduk Cirata. Keunggulan produksi listrik pada musim kemarau menjadikan PLTS ini solusi penting dalam mengatasi penurunan debit air yang dihadapi oleh PLTA Cirata. Sejak beroperasi secara komersial pada 13 November 2023 hingga kini, PLTS Terapung Cirata telah menyumbangkan 267 GWh listrik hijau ke sistem Jawa, Madura, dan Bali (JAMALI).Dibangun di atas Lokasi yang menantang dengan kedalaman higga 100 meter, dasar berlumpur, dan kemiringan lereng hingga 45 derajat, keberhasilan pembangunan PLTS Terapung menjadi acuan dalam pengembangan desain, teknologi, regulasi, serta panduan bagi berbagai pemangku kepentingan energi terbarukan di Indonesia. Tak hanya itu, 1.400 tenaga kerja yang telah terampil dalam instalasi dan pemasangan PLTS Terapung ini pun siap untuk berkotribusi pada proyek-proyek serupa di masa depan.Sejatinya, PLTS Terapung Cirata memiliki potensi yang lebih besar untuk dunia kelistrikan Indonesia. Saat ini, pembangkit yang dikelola PT PMSE tersebut hanya menempati 4% dari luas total Waduk Cirata. Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2023, disebutkan bahwa hingga 20% dari luar permukaan Waduk dapat dimanfaatkan untuk PLTS Terapung. Hal inilah yang mendasari ditandatanganinya Joint Development Study Agreement antara PLN Nusantara Power dan Masdar dalam rangka peningkatan kapasitas pembangkit ini.Harjono, Direktur Utama PLN Nusantara Renewables, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berperan dalam mempercepat transisi energi melalui PLTS Terapung Cirata. Ia berharap agar inisiatif ini dapat menjadi awal tercapainya target emisi nol bersih di Indonesia. "PLN Nusantara Renewables berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dan investasi dalam energi terbarukan. Kami berharap kehadiran PLTS Terapung Cirata dapat menginspirasi proyek-proyek serupa, membawa Indonesia semakin dekat pada target net zero emission di tahun 2060, demi masa depan yang lebih hijau bagi generasi mendatang," ujar Harjono.